Posisi Pemuda dalam Politik Pilkades

Posisi Pemuda dalam Politik Pilkades

Oleh : Farid Dimyati 1)

 

         Bung Karno pernah berkata, “ Beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia”. Itulah ungkapan betapa dahsyatnya peran pemuda dalam sejarah pembangunan bangsa, sehingga sangat patut2) sang proklamator sampai berkata demikian. Sejarah bangsa ini sangat erat sekali dengan peran pemuda, berawal dari organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908,  Sumpah Pemuda ditahun 1928, yang kemudian berlanjut pada tahun 1945 yaitu Kemerdekaan Republik Indonesia, sampai pada reformasi pada tahun 1998, peran pemuda lah yang selalu menjadi garda terdepan dalam  perubahan tatanan bangsa ini.

          Kembali pada judul artikel diatas, posisi pemuda dalam politik pilkades juga harus jelas. Posisi pemuda bukan sebagai lahan poltik praktis, namun harus sebagai agent of control3), semangat inilah yang harus tetap mengakar pada jiwa setiap pemuda. Pemuda seyogyanya jangan sampai menjadi jamak 4) , karena sudah jelas bahwa peran pemuda disini adalah sebagai kontrol sosial bukan malah sebaliknya yaitu sebagai tim sukses dari para calon kades. Pemuda harus mempunyai posisi tawar yang kuat dalam menghadapi manuver – manuver5) politik dari para calon kades, pemuda harus berani menjadi mediator antara warga dengan calon kades, mediasi dapat berupa kontrak komitmen atau bentuk lainnya. Penulis menyayangkan dalam rangkaian pilkades tidak ada debat para calon kades, seandainya rangkaian itu ada, momentum itulah yang sangat tepat untuk penandatanganan kontrak komitmen. Kontrak komitmen dapat berisikan janji dan sanksi yang akan dipikul jikalau kades yang terpilih nanti ingkar dari janji kampanyenya. Disitulah peran pemuda akan sangat terlihat sebagai kontrol sosial.

          Melihat fenomena pilkades kali ini, ada yang sedikit menarik penulis untuk lebih mengamatinya. Visi Misi yang diemban dari para calon kades masih kurang tersosialisasi kepada warga masyarakat. Gambar-gambar yang terpampang di pinggir-pinggir jalan hanya mengkampanyekan nomer urut peserta dan sedikit jargon-jargon6) sebagai daya tariknya. Seingat penulis hanya ada satu gambar yang sedikit memberikan gambaran ketika kelak terpilih menjadi kades baru. Penulis sangat mengapresiasi keberanian calon kades tersebut dalam  mengkampanyekan visi misinya, walaupun secara  juridis7) masih sangat lemah karena tidak ada kontrak komitmen sama sekali sebagai pengontrolnya. Akan sangat menarik jikalau pemuda sebagai agent of control berani membuat sebuah kontrak komitmen dengan para calon kades tersebut.

        Hakekat manusia yang tak luput dari kesalahan juga diakui oleh penulis, penulis berusaha seobjektif mungkin dalam memandang situasi dan kondisi pilkades kali ini, siapapun yang terpilih nanti semoga mampu  memajukan Desa Cikakak tercinta, dukungan dari masyarakat juga sangat diperlukan guna tercapai sinergitas antara pemimpin dan yang dipimpin. Semoga pilkades pada tanggal 1 Mei mendatang tetap tertib, lancar, dan kondusif. Amiiiiiinnn. Salam Semangat.

Ket : 1) Warga Desa Cikakak , 2) Patut = layak,pantas, 3)  Agent of Control = pengawal kebijakan, pengontrol,  4) Jamak = tim sukses, 5) Manuver = serangan, 6) Jargon = semboyan, yel-yel, 7) Juridis = hukum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s