Konsepsi Politik Pilkades

Konsepsi Politik Pilkades
Oleh : Farid Dimyati *

        Demokrasi memang bukan sistem yang terbaik, namun saat ini memang sistem inilah yang terbaik dengan kondisi masyarakat dengan tingkat heterogenitas tinggi. Masyarakat dengan kondisi yang majemuk sangat sulit ketika menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka, seandainya tanpa model pemilihan umum langsung. Pemilihan Umum dianggap sebagai cara yang paling tepat untuk menentukan siapa yang kelak menjadi pemimpin mereka, karena tanpa tedeng aling-aling partisipasi masyarakat sangat terlihat dalam proses pencontrengan sehingga keterikatan batin antara pemilih dan calon pemimpin yang dipilih akan terasa sekali.

        Dalam tataran pemerintahan nasional kita mengenal pemilihan umum langsung untuk memilih seorang penguasa negara yaitu presiden, dalam tataran pemerintahan terkecil yaitu pemerintahan desa kita mengenal dengan istilah “ pilkades “. Yaa, kata itu yang sehari-hari sedang menjadi topik hangat hampir diseantero penjuru Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Sebulan kedepan tepatnya tanggal 1 Mei 2013 Desa “taman kera” ini akan mengadakan hajat besar memilih siapa yang akan menjadi pemimpin desa selama 6 tahun kedepan. Nuansa politik memang bukan hanya menjadi makanan para elite politik tingkat senayan saja namun elit politik tingkat desa pun tidak kalah “panasnya”. Segala macam cara dan strategi politik diluncurkan guna memenangkan calon kades yang diusungnya. Namun ada beberapa hal konsepsi politik yang harus diingat, pemilihan seorang pemimpin bukan sekedar atas dasar suka atau tidak suka, akan tetapi program-program pembangunan desa kedepan apa saja yang akan ditawarkan ke masyarakat, masyarakat era millennium sekarang berbeda dengan masyarakat pada jaman Majapahit, masyarakat sekarang lebih “visioner” alias lebih melihat jauh kedepan. Calon-calon kades sekarang diharapkan lebih mampu membuat bagaiamana konsepsi pembangunan 6 tahun kedepan untuk kemajuan desa, daripada hanya menyusun strategi untuk memenangkan percaturan poltiknya. Ada beberapa rangkaian pemilu yang seandainya diikutkan akan lebih menarik dan terasa eksklusif, mungkin semacam debat calon kades. Debat disini bukan sebagai sarana untuk menjatuhkan posisi politik calon lain, namun sebagai sarana konsepsi untuk pembahasan visi misi yang diusung dari para calon kades tersebut dalam pandangannya tentang pembangunan desa untuk 6 tahun kedepan. Kedepan memang harus ada semcam pembelajaran politik yang lebih terarah agar para pemilihpun akan lebih bijak dalam menentukan pilihan pemimpinnya, memilih yang bukan hanya sekedar atas dasar suka atau tidak suka, atas dasar karena dia saudara atau bagaiamana, namun kedepan diharapkan memilih atas dasar konsepsi politiknya tentang pandangan pembangunan desa selama 6 tahun kedepan desa ini mau dijadikan apa, apakah desa akan dibiarkan berjalan ditempat “stagnansi” atau membuat gebrakan baru dalam tataran pembangunannya. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui atau lebih merasa pandai, atau sebagai motor provokasi, sama sekali tidak ada niatan untuk seperti itu, namun tulisan ini hanya untuk mendeskripsikan alangkah lebih bijak jikalau pilkades itu bukan hanya dimaknakan sebagai cara untuk memilih kades baru saja, akan tetapi sebagai bahan pencerahan agar kita sebagai pemilih lebih bijak dalam menentukan calon pemimpin desa kita tercinta. Semoga dari ketiga calon kades Desa Cikakak beserta “jamak-jamaknya” mampu menjaga kondusifitas dan keamanan desa sehingga hakekat sebuah pilkades akan berjalan dengan lancar, tertib, dan damai. Siapa yang nanti terpilih semoga tetap tawadhu (rendah hati ) dan yang kalah dapat berlapang dada karena sesungguhnya pemimpin (khalifah) itu sudah menjadi garis Tuhan. Maju terus Desa Cikakak!!!
*) Warga Desa Cikakak

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s